Selasa, 17 November 2015

BACK UP DAN DOKUMENTASI



BACK UP DAN DOKUMENTASI

Back up yaitu membuat salinan data atau file – file komputer ke  media penyimpanan lain untuk menjamin keamanan  atau keselamatan data jika terjadi kerusakan data utama. Sedangkan Restore yaitu menguraikan kembali file back up menjadi file semula sehingga bisa dijalankan dengan program aplikasinya.

Tidakan back up mempunyai beberapa tujuan atau alasan yaitu:
·         Untuk menjaga keamanan data, terutama data – data penting yang harus dijaga keselamatannya.
·         Untuk pengarsipan data yang sudah tidak diperbaharui lagi, sehingga data di komputer bisa dihapus.
·         Untuk distribusi data. Ini merupakan salah satu cara selain dengan menggunakan jaringan.
Pekerjaan back up ini sering dianjurkan untuk keselamatan data kita, bahkan ada keyakinan bahwa “tidak ada pengendalian kerusakan yang lebih baik dari pada memiliki salinan seluruh data”.

Dalam pelaksanaan back up memerlukan media back up antara lain yaitu:
·         Floppy disk, untuk data dg ukuran yang kecil dan jangka waktu tidak terlalu lama.
compact disk (CD), untuk ukuran data dengan kapasitas maksimal 700 Mega Byte untuk jangka waktu lama. Ada dua macam CD yaitu CD ROM dan CD RW.
·         Flash disk, untuk kapasitas maksimum 1 GB.
·         Tape Magnetik, yang paling banyak digunakan terutama untuk data dengan kapasitas besar. Media ini cara baca dan tulisnya harus secara urut. Tak bias acak seperti pada media storage lain.
·         Hard disk yang dikhususkan hanya untuk menyimpan data back up dan tidak disambung tetap pada komputer work sehingga tidak tertular virus.

Back up data dianjurkan secara berkala tiap pereode tertentu. tergantung besar perubahan data, seberapa penting dan tingkat keamanan yang diinginkan untuk  data tersebut. Perubahan data yang cepat misal bank, maka pereode back up lebih pendek.
Dari beberapa kondisi digunakan sebuah back up yang beriringan dengan master datanya. Sebagai contoh, pada sebuah jaringan komputer dibuat sebuah server back up yang berjalan beriringan dengan server utamanya. Dan data di antara keduanya selalu diupdate secara bersamaan, sehingga jika salah satu server tidak bisa berfungsi, maka server ke dua dapat berfungsi sebagaimana server utamanya.
Sebelum proses back up dilakukan, ada baiknya untuk melakukan pemantapan atau kompresi data yang akan diback up, untuk mengurangi penggunaan ruang pada media back up yang akan digunakan, sehingga menampung lebih banyak data dan meringankan pekerjaan back up. Pada beberapa program Bantu back up telah dilengkapi dengan fasilitas kompresi data. Untuk melakukan kompresi data dapat menggunakan program bantu misalnya Winzip yang cukup terkenal (Gambar 5.01) .
            Ada beberapa program back up data antara lain:
Pada MS DOS: BACKUP.EXE yang berpasangan dengan RESTORE>EXE; MsBackup.
Pada MS Windows: Backup (Lihat gambar 5.02).  Sedangkan untuk pengguanaan jaringan Netware tersedia program Bantu Nbackup. Tampilan Program Microsoft Back up dapat dilihat pada Gambar 5.03.
Di samping program bantu yang disertakan dalam sistem operasi, ada juga program bantu back up yang lain seperti Norton Backup dari Symantec dan program lain baik yang shareware maupun freeware.
Langkah – langkah melakukan back up pada windows xp adalah sbb:
  1. Mengaktifkan program Bantu Back up melalui menu Start à Program à Accessories à System Tools à Backup à
  2. Muncul dialog Welcome to the Backup or Restore Wizard à Next à
  3. Muncul dialog what do you want to do? à pilih ¤ Backup file and setting à Next à
²     Muncul dialog What do you want to back up ? à pilih ¤Let me choose what to back up à Next à
² Muncul seperti gambar 5.02. Tampak 2 sisi jendela. Sisi kiri menunjukkan lokasi file atau directory yang akan di beck up, sisi kanan menunjukkan nama – nama file  atau directory yang akan di back up.
² Lokasi dan file yang akan diback upa dapat deselect dengan memberikan tanda check mark dengan cara mengklick pada kotak di depan directory atai nama file.
² Setelah selection dilakukan, kemudian klick Next à
² Muncul dialog choose a place to save your back up. Disini kita menentukan pilihan tempat penyimpanan file back up. à Next à
² Klick Finish à Proses back up sampai complet.
Untuk menjalankan program back up pada windows 98 tidak jauh berbeda, anda bias mencoba dengan langkah seperti di atas.

Sedangkan untuk merestore data langkah – langkah yang dilakukan hamper sama langkah – langkah untuk back up, yaitu:
² Mengaktifkan program Restore lewat menu Start à Program à Accessories à System Tool à Restore
² Klick Next à dan seterusnya hingga muncul kotak dialog seperti gambar 5.03.  Terdapat 2 sisi pada kotak dialog tersebut. Sisi kiri menunjukkan lokasi atau media back up yang akan direstore, sisi kanan menunjukkan informasi file yang akan direstore.
² Tentukan lokasi penyimpanan file back up,
² Klick next à dan seterusnya dengan mengikuti terus petunjuk - petunjuk  dan perintah – perintah yang muncul pada kotak dialog yang muncul pada layar minitor sampai dengan finish dan dijalankan proses restore hingga selesai.


DOKUMENTASI SISTEM KOMPUTER

Tindakan pengamanan selain back up data yaitu dokumentasi system computer.  Jadi dokumentasi adalah tindakan pengamanan yang perlu dilakukan untuk system computer. Pada dasarnya pekerjaan dokumentasi sama dengan pekerjaan back up. Hanya saja, back up lebih ditujukan untuk keamanan data, sedangkan dokumentasi ditekankan untuk tujuan menjaga tetap berjalannya system computer.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam dokumentasi meliputi:
²  Dokumentasi perangkat komputer dan perangkat penunjangnya, yaitu berupa dokumentasi hal – hal yang berkaitan dengan perangkat tersebut, seperti:
Ø      Buku referensi atau buku manual atau buku petunjuk operasi
Buku ini harus senatiasa disimpan dan dirawat, karena buku ini berisi hal – hal yang penting mengenai komputer atau pelalatan secara lengkap.
Ø      Lembar data komputer.
Lembar ini adalah catatan kita tentang system komputer yang kita buat sendiri. Catatan ini memuat antara lain hal – hal sebagai berikut:
ø  CPU : jenis ; kecepatan.
ø  Memory: ukuran dalam KB atau MB
ø  Floppy Drive: jenis; ukuran fisik; kapasitas
ø  Hard Disk: jumlah; jenis; kapasitas
ø  Video: Jenis; ukuran.
ø  Port: jenis; jumlah
ø  Kartu Expansi : jenis; tempat pemasangan.
ø  Periferal: keterangan mengenai peripheral yang ada, seperti: printer, tape drive, jaringan, modem, scanner, CD drive, mouse, joystick dll.
Ø      Devide driver dan utilitas diagnosa yang tersedia.
Device driver yang perlu didokumentasi antara lain yaitu:
ø  Driver main board
ø  Driver kartu grafik
ø  Driver printer
ø  Driver Joystick
ø  Driver kartu jaringan
ø  Dll.
Kemudian dokumentasi utilitas diagnosa antara lain program anti virus yang kadang – kadang disertakan pada driver mather board.
Dengan adanya dokumentasi ini, maka bisa melakukan tindakan untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul dengan berdasarkan petunjuk pada manual book dan menggunakan utilitas yang tersedia.
²  Dokumentasi sistem operasi dan sistem aplikasi. Dokumentasi ini berupa tersedianya cadangan (master program) dari sistem operasi dan program aplikasi yang dipergunakan berikut referensi dan informasi konfigurasi sistem pada komputer. Dokumentasi ini penting untuk terutama untuk program aplikasi khusus yang mungkin digunakan, seperti sistem aplikasi keuangan atau administrasi di kantor.
²  Dokumentasi jaringan. Dokumentasi ini penting untuk yang menggunakan jaringan pada sistem komputernya. Dokumentasi ini meliputi:
ö Perangkat jaringan yang dipergunakan seperti kartu jaringan, modem
ö Sistem operasi  jaringan
ö Instalasi / pengkabelan jaringan yang terpasang seperti , jenis dan ukuran kabel
ö Penomoran alamat pada masing – masing komputer yang terhubung kejaringan.
Dokumentasi ini akan sangat membantu jika mengalami suatu saat sistem jaringan komputer mengalami gangguan  dan akan sangat membantu jika akan diadakam perombakan jaringan dan instalasi.

Dengan kedua hal di atas, yaitu back up dan dokumentasi  maka diharapkan bisa membantu dalam mengatasi permasalahan yang timbul pada system komputer.

Senin, 16 September 2013

Installasi Windows 7 melalui Flashdisk

Cara menginstall Windows 7 melalui USB Flashdisk

Selama ini saya telah mencoba mencari informasi bagaimana caranya menginstall Windows 7 melalui Flashdisk, dan akhirnya berhasil juga, walaupun prosesnya berjalan agak lambat dan kupikir ngga bakalan juga nih bisa menginstall lewat USB flashdisk, baru2 ini telah banyak artikel yang membahas tentang cara2 menginstall windows melalui USB flashdisk, dan saya pikir gak ada salahnya mencoba trik yang lain, siapa tau ada peningkatan dalam hal kecepatan penginstallannya. Menginstall Windows melalui USB flashdisk ini ternyata banyak keuntungannya dibanding melalui CD atau DVD disk, Kita tidak perlu khawatir akan CD atau DVD yang ngga kebaca sama CD/DVD-ROM, CD atau DVD yang tergores, kadang menyulitkan dalam proses penginstallan windows, sedangkan melalui Flashdisk itu sendiri, hal yang demikian ngga lah perlu terjadi lagi.

Saya akan menunjukkan 2 ( secara manual dan otomatis ) cara menginstall windows 7 melalui USB FlashDisk
Sebelum kita mulai, perlu disiapkan adalah: Sekurangnya 1buah Flashdisk dengan kapasitan 4Gb ato lebih, soalnya Windows 7 setidaknya mengambil tempat sebesar 3Gb.

Cara Manual:
  1. Colokkan USB Flaskdisk anda. (masukin ke usb port yah, jgn ke tempat lain).
  2. Tekan Tombol WIN+R, ketik cmd dan klik OK.
  3. Ketik diskpart dan tekan ENTER.
  4. Ketik list disk, tekan ENTER dan pilihlah yang mana adalah USB flashdisk anda, hati2 jangan salah pilih nanti salah2 yg keformat adalah disk yang lain. jikalau anda punya hanya 1 harddisk makan USB flaskdisknya adalah disk1.
  5. Ketik select disk 1 dan tekan ENTER.
  6. Ketik clean dan tekan ENTER.
  7. Ketik create partition primary lalu tekan ENTER.
  8. Ketik select partition 1 dan tekan ENTER
  9. Ketik active dan tekan ENTER.
  10. Ketik format fs=fat32 dan tekan ENTER
  11. Ketik assign dan tekan ENTER
  12. Ketik exit dan tekan ENTER.
  13. Masukkan disk DVD windows 7  dan copy lah semua isi DVD tadi ke USB Flaskdisk anda.
  14. Booting komputer anda melalu USB Flashdisk, setting malalui bios komputer anda, pastikan boot nya melalui USB Flashdisk, apabila langkah2nya betul, maka proses instalasi windows seharusnya berjalan melalui USB Flashdisk.

Cara Otomatis.
Cara otomatis tentunya merupakan pilihan saya, dan untuk itu sudah tersedia program yang namanya WinToFlash, program ini akan melalukan langkah2 seperti cara manual diatas, yang kita perlu lakukan hanyalah menjalankan programnya, pilih sumber windows 7 dan arah USB flashdisk.
  1. Unduh dulu program WinToFlash versi terbaru. (download link diakhir artikel)
  2. Ekstrak dan jalankan file WinToFlash.exe
  3. Klik tombol “Check” dan mulailah proses Windows setup transfer wizard.
  4. Klik “Next”
  5. Pilih lokasi file Windows 7 dan lokasi USB Flaskdisk anda. klik “Next”.
  6. Pilih “I Accepted the terms of the license agreement” dan klik “Continue”
  7. Klik OK untuk memulai memformat USB Flashdisk dan file2 windows 7 secara otomatis akan dimasukkan ke USB Flashdisk.
  8. Klik “Next” apabila selesai pengopian, dan bootinglah komputer anda melalui USB Flashdisk tadi. apabila langkah2nya betul, maka proses instalasi windows seharusnya berjalan melalui USB Flashdisk.
Cara lain khusus untuk Windows 7 dapat menggunakan tools dari microsoft, yaitu Windows7 USB/DVD Download tools.

Sesudah Download dan install lalu jalankan programnya, pada langkah ke-1 pilih lokasi file .iso windows7 kita, lalu langkah ke-2 pilih apakah akan di install ke usb flashdisk tau bakar ke DVD disk.
Baru baru ini saya menemukan lagi perangkat lunak baru untuk membuat flashdisk kita menjadi CD/DVD, utility ini mengubah flashdisk kita menjadi installer untuk windows vista dan windows 7. Cara memakainya cukup mudah, tinggal pilih lokasi drive flashdisk kita dan sumber CD/DVD windows vista atau windows 7 kita.

Adapun cara lain lagi untuk membuat flasdisk kita agar bisa dipakai untuk menginstall windows 7 ialah dengan memakai tool yang bernama EasyBCD, berikut langkah2nya:
  1. Bagi yang belum punya program EasyBCD, silahkan download linknya diakhir artikel ini:
  2. Kemudian colokkan flaskdisk nya ke port USB komputer kita, lalu format lah dengan memakai partisi FAT32
  3. Jalankan program EasyBCD dan klik tombol “Bootloader Setup” di panel sebelah kiri.

  4. Dibawah kotak “Create Bootable External Media“, pilihlah flashdisk yang akan kita buat untuk menginstall windows 7.
  5. Kemudian klik tombol “Install BCD” dan tunggu sebentar sampai muncul kotak dialog berikut:

  6. Klik tombol “Yes” lalu tutuplah program EasyBCD, kemudian masukkan DVD windows 7 ke komputer/laptop.
  7. Setelah itu, copy lah semua isi DVD windows 7 tadi ke flashdisk yang telah kita siapkan tadi, jika anda punya file .iso windows 7, ekstrak dahulu ke folder yang telah kita tentukan, kemudian baru di copy ke flaskdisk tadi.
  8. Selesai, sekarang flasdisknya sudah bisa dipakai untuk menginstall windows ke laptop / komputer kita.
Demikian trik yang baru untuk membuat fd kita agar bisa dipake untuk menginstall windows.

Rabu, 05 September 2012

HTML

<html>
<head>
<title>TUGAS PRODUKTIF</title>
</head>
<body bgcolor="black"><font color="red">
<h1><center>Welcome to My Website</center></h1>
<h2><center>All About TKJ</center></h2>
<marquee>Teknik Komputer Jaringan</marquee>
<hr>
<img src="eko.jpg" widht="100" height="100">
<p>Blog ini hanya coba - coba untuk belajar<br>
sebagai hasil dari belajar saya mengenai Belajar Membuat Web<br>

dengan bahasa pemrograman HTML.<br>
<p><font color="Blue" style="Monotype Corsiva">Trimakasih</font></p>
<hr>
<blink><center>Website By Eko Putra</center></blink>
</font></body>
</html>
 

Minggu, 22 Juli 2012

Pengertian DNS



Akses Internet Cepat Memakai DNS Alternatif
DNS kepanjangan Domain Name Server. Fungsi DNS menerjemahkan nama Domain menjadi deretan angka IP. Contohnya bila kita akan membuka atau merequest url Domain tertentu, biasanya kita menggunakan deretan nama atau huruf karena lebih mudah dihafal seperti esc-creation.com, google.com, yahoo.com , Facebook.com dan sebagainya.
Nah disinilah DNS ini bekerja. DNS ini melakukan encode atau menerjemahkan dari domain google.com ke dalam bentuk deretan angka unik yaitu berupa IP misal google.com Ip nya adalah 208.67.219.231. Jadi bila kita masukan 208.67.219.231 pada browser maka juga akan membuka domain google.com tersebut. Deretan angka IP seperti 174.36.138.32. IP inilah yang digunakan mesin internet untuk saling berkomunikasi seperti Server Domain, Server Hosting, Server Proxy dan sebagainya.
Terus apa hubungan DNS dengan kecepatan akses internet kita ?
Selain trik dan tips mempercepat akses internet pada postingan lalu Menggunakan Proxy dan tweaking pada borwser. Kita juga bisa menggunakan DNS alternatif ini untuk mempercepat akses internet kita.
Pada dasarnya semua ISP (Internet Service Provider) atau penyedia layanan sambungan internet seperti indosat, Telkomsel, Telkom, dan sebagainya menggunakan atau mempunyai DNS Server tersendiri.Server DNS suatu ISP atau penyedia internet tentunya juga mempunyai kemampuan, kecepatan, speseifikasi, dan lama cache tersediri.
Adakalanya Server DNS ini Drop karena padatnya Trafik DNS server suatu ISP. Sehingga menyebabkan lambannya query atau proses request. Jadi bila terjadi gangguan pada Server DNS suatu ISP, maka pada saat kita akan membuka website menggunakan browser seperti mozila , Firefox, Opera, Flock, safari dan sebagainya, maka akan terasa lebih lambat bahkan terjadi konfirmasi error atau not Found pada browser kita. Seperti yang dulu sering terjadi di Telkom Speedy beberapa saat lalu.
Meski ISP atau penyedia Internet yang kita gunakan mempunyai Server DNS sendiri sebenarnya kita juga bisa menggunakan atau memanfaatkan DNS server ISP operator lain. Jadi Server DNS ini bisa kita gunakan untuk semua jenis ISP yang kita gunakan.
Cara merubah Setting DNS pada windows :
Control panel >>> Network Connections >>> Klik kanan account sambungan internet yang sedang aktif /connected >>> Properties >>> Networking >>> Internet Protocol >>> Properties >> Beri Tanda pada Use the Following DNS server addresses >>> masukan DNS yang anda pilih >> Klik Ok

Cara setting DNS pada windows
Mempercepat Akses 
Internet Menggunakan DNS alternatif
Mempercepat Akses Internet Menggunakan DNS alternatif

Restart Ulang Koneksi Internet anda , Perubahan akan terjadi setelah anda restart ulang koneksi internet anda.
Silahkan pilih alternatif DNS Server berikut ini, gunakan DNS yang anda rasa paling cepat pada sambungan internet anda.

DNS SERVER
PENGERTIAN DNS
Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet.
FUNGSI DNS
A. Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
B. Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer,Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,Tiga belas server akar (root server)digunakan oleh seluruh dunia.
KEUNGGULAN DNS
  1. DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP
  2. DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin)
  3. User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address
KEKURANGAN DNS
  1. DNS tidak mudah untuk di implementasikan
  2. Tidak konsisten
  3. Tidak bias membuat banyak nama domain.






Pengertian DNS (Domain Name System)
Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
    sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
Struktur DNS
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
  • com : Organisasi Komersial
  • edu : Institusi pendidikan atau universitas
  • org : Organisasi non-profit
  • net : Networks (backbone Internet)
  • gov : Organisasi pemerintah non militer
  • mil  : Organisasi pemerintah militer
  • num : No telpon
  • arpa : Reverse DNS
  • xx : dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
dns
Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.
Bagaimana DNS Bekerja?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

dns2
  • Resolvers mengirimkan queries ke name server
  • Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
  • Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server
Kesimpulan
DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.